Hi! I’m 20’s Years Old! What must I to do?

aku punya sejuta ide yang siap diledakkan untuk membawa perubahan untuk lingkungan dan negeriku, apakah aku bisa? yap tentu saja aku bisa, kenapa tidak?? masalahnya apakah aku bisa mengajak mereka seperti teman-temanku, tetanggaku agar mereka bisa membawa perubahan dari ide-ide yang aku buat? apakah kalian tidak tahu saat kalian membwa perubahan di lingkungan kalian kalian akan mendengar berjuta-juta nyinyiran dan mata-mata yang begitu tajam dari setiap orang yang iri terhadap apa yang kalian lakukan? sungguh ironi memang. saat kalian mendengar tentang Thomas Alva Edison sebagai orang yang pertama kali menemukan bohlam lampu, dia berhasil gagal dari seluruh penelitiannya, dan pada percobaan terakhir, ia akhirnya berhasil menyalakan bohlam lampu terakhir. dari pelajaran itu, kita bisa membayangkan bahwa pada masa itu terjadi banyak sindiran yang ditujukan ke Thomas tentang bohlam lampunya yang tidak pernah berhasil. semua yang kita lakukan, kerja keras yang selama ini dilakukan, suatu saat pasti terbayar dengan seluruh kemampuan yang pernah kita lakukan. anw, tapi pekerjaan itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, iklhas, cerdas, dan tuntas untuk menghasilkan apa yang kita harapkan.

 

pernahkah kita melakukan pekerjaan tanpa dilandasi niat yang ikhlas? apa hasil yang kita dapatkan? yap! tentunya tidak menghasilkan apapun malah kita akan merugi dan menghasilkan hati yang dongkol. sedih sekali kan?? apalagi jika kita melakukan dengan emosi yang meluap-luap, bukan hanya hasil kerja kita yang berhasil pun sebaliknya, tanpa adanya kasih sayang dan hati sebagai niatan untuk diri kita!!! 🙂

 

jadi kesimpulannya, pilihlah pekerjaan yang membuat hati kalian senang, dan cintailah pekerjaan kalian, jangan menyerah jika gagal, tutuplah telinga kalian jika terdapat nyinyiran dari orang-orang sekitar dan tetap fokus terhadap apa yang kalian kerjakan.

jika kalian memerlukan partner, pilihlah partner yang mampu dibuat bekerja sama, bukan orang yang mementingkan egonya agar idenya diterima untuk orang banyak karena tidak ingin direndahkan martabatnya. ingat! kita tidak bisa belajar karena dia orang yang kaya atau memiliki pangkat. sekalipun dia memiliki pangkat dan harta yang bergelimang. jika ia hanya merugikan bagi orang lain ia seakan-akan bagai debu yang bertebangan di udara, tanpa arah, dan akan berakhir di sebuah tempat yang tidak ingin dijangkau orang lain.

namun, jika orang tersebut hanyalah orang yang sederhana dan mampu bermanfaat bagi orang lain. hatinya pun bagai emas yang terkena cahaya.

 

terima kasih. happy to read!

Advertisements

Hi! I’m 20’s Years Old! What must I to do?

Yap! kita menjadi salah satu generasi yang menjadi kunci bagaimana negara ini akan di bawa dan bagaimana negara ini berkembang, entah itu teknologi, budaya, pengetahuan, pendidikan, ekonomi, kemajuan cara berpikir masyarakatnya, dan transportasi.

pernah nggak kalian pernah berpikir apa yang harus kita lakukan untuk mengubah cara berpikir masyarakat yang masih tradisional dan buta akan kepentingan umum menuju ke cara berpikir yang lebih maju? (kesadaran lingkungan, kebersihan, menjaga lingkungan). barangkali ketika sedetik saat kita menunggu seseorang di halte, semenit kita melamun dan berpikir ketika ada orang yang membuang sampah sembarangan.

walaupun tidak semua, apakah kalian tahu bahwa telah tumbuh beberapa komunitas pencinta lingkungan dan budaya yang membantu membersihkan lingkungan sekitar seperti halnya sungai, gang-gang, dsb. sementara itu di lain bidang, budaya misalnya banyak pemuda-pemudi yang melakukan pertukaran budaya untuk mengenalkan budaya Indonesia di mancanegara, kemudian untuk meningkatkan ekonomi pun ada juga yang membangun sebuah ukm kecil-kecilan di celah masyarakat yang masih berpikir bahwa mereka tak banyak yang bisa dilakukan untuk kehidupannya. whats up? itu semua bisa dirubah!

itu semua hanya sebagian kecil pengaruh dari pemuda di Indonesia, jika kita bisa menghitung mungkin hanya sekitar 4 : 10 dari pemuda yang mengubah negeri ini. lainnya? apakah kalian tidak pernah melihat di jalanan bahwa mereka semua bentuk dari sebuah ketidak berdayaan cara berpikir untuk merubah diri mereka sendiri atau pemulung di sekitar rumah kalian, menjadi preman di pasar, menjadi kuli bangunan dan putus sekolah, menjadi pedagang yang tidak memiliki banyak keuntungan, dan balapan liar tentunya. itu semua yang menjadi masalah di negeri ini guys!

apakah kita bisa merubah mereka? sure! tapi sedikit dari kita yang berpendidikan peduli dengan mereka, kita hanya memberi mereka uang di perempatan lalu lintas. apakah mereka ingin merubah diri mereka sendiri? sayangnya sulit. alasannya? lebih enak malas-malasan di jalanan dan menunggu para pengendara memberi mereka uang receh yang nantinya pun mereka belikah puntung rokok. itu masalahnya.

lalu, apakah yang harus kita lakukan untuk mereka? merubah cara berpikir mereka. sulit? pasti. itulah tantangannya. dimulai kapan? ketika kita bisa mengeksekusi ide kita untuk merubah pikiran mereka. lantas, apakah kita bisa menjadi mitra mereka ketika mereka melihat ide kita memerlukan sebuah orang-orang yang telaten dan ahli dalam bidangnya? pun kita bisa melatih mereka toh?

jika dirasa berat pun, sekarang telah banyak bisnis online yang bertebaran di media sosial. cukup menarik, namun beberapa memang dirasa kurang kreatif. hanya berperang tarif saja mungkin dengan kualitas yang sama. itu sekilas dari ide bisnis dan social entreprise yang bisa dilakukan.

selanjutnya adalah tentang pendidikan, sudah tak terhitung lagi berapa jumlah lulusan sarjana di Indonesia, namun tak sedikit nasib dari mereka yang kurang beruntung. apakah kalian percaya? percayalah karena semua itu terjadi di Indonesia, jika kita tidak bisa bersaing dengan lingkungan selanjutnya kita tidak akan berhasil. sebenarnya bukan hanya di lingkungan perkuliahan saja yang bisa menjadikan seseorang sukses. di tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, jika kita bisa mengolah skill dengan baik, kita akan bisa menjadi seseorang yang bisa disegani oleh dunia. bukan hanya karena kecerdasannya saja, ketrampilan, dan ketangkasan serta keberaniannya pun bisa menjadi modal awal.

mungkin tak akan terpikirkan bagaimana seseorang bisa putus sekolah. jika di negara kita mungkin karena ekonomi, ya mungkin hal ini terjadi di negara lain namun kuantitasnya pun tidak sebanyak di negara sendiri. dari negara-negara yang lebih maju mungkin orang-orang yang kurang mampu pun mereka masih dinafkahi oleh negaranya, sedangkan di negara ini masyarakat miskin harus bekerja keras untuk sesuap nasi, sementara para petinggi-petinggi negara masih asyik dengan uang korupsi yang seharusnya menjadi hak rakyat. sure, its unfair!

masih banyak bertebaran benih-benih yang cerdas namun karena ketidak adilan negara dan kemiskinan yang menjadi penyebab mereka tidak bisa meraih apa yang mereka inginkan. mereka terlau rapuh dan ketidak beranian melawan rintangan yang akan melunturkan semangat mereka. its life. its such as jungle. who have rich will be more rich, who poor and fool will be poor. but we dont know about lucky, everyone have lucky about their life! we cant to force or setting life of person.

to be continue…

 

 

 

re : flashback

Sedikit cerita tentang masa kecil nih…

waktu kecil entah waktu bayiku atau adikku. karena memori yang terlalu tua, aku pernah mendengar kalau nenekku bertanya kepada ayahku, “apa nggak di baptis?” kata nenekku. “gak, nggak perlu (tidak, tidak perlu).” jawab ayahku. pada saat kecil aku juga bingung, kenapa harus di baptis? apakah aku juga waktu bayi juga dibaptis? tanyaku dalam hati, dengan perasaan sedikit senang (karena waktu kecil nggak tau apa artinya di baptis).

seiring berjalannya waktu, aku mulai mengerti apa maksud dari baptis itu. of course thats use for chistian-chatolic people who get new baby, they’ll be baptised. kenapa nenekku menanyakan apakah dilakukan pembaptisan? karena nenek-kakekku adalah seorang kristiani. nenek-kakek dari pihak ayahku adalah seorang kristen/katolik. well, mereka memang lahir nggak dari umat kristen/katolik tapi karena memang ada beberapa alasan yang tidak bisa saya sebutkan (red : privasi keluarga) sehingga mereka berpindah agama. kita nggak pernah tahu takdir orang seperti apa dan bagaimana skenario dari Tuhan. Namun, sebagai umat beragama yang baik dan taat agama, kita harus mencegah dari hal-hal buruk terjadi. toleransi. sampai sekarang pun, saya cukup bangga dengan berbagai perbedaan agama ini, kita bisa menjadi orang yang lebih menghargai perbedaan satu sama lain tanpa membedakan agamanya. toh tambah seru kan jika dalam keluarga kita memiliki background yang berbeda-beda?

bukannya sombong atau ingin memamerkan, tapi rasanya seru jika mendengar cerita-cerita yang membuat kita menjadi lebih semangat dan berbangga karena tidak semua keluarga memiliki sejarah seperti itu.

sementara itu keluarga dari pihak ibu, lebih memiliki cerita yang lebih mengasyikkan dan memotivasi untuk dijadikan semangat hidup.

kakekku dari pihak ibu yang memiliki tanah luas dan disebut sebagai pak mandor, meskipun beliau terkenal di desaku tapi beliau sangatlah rendah hati dan sangat baik kepada orang lain, tidak membeda-bedakan orang kaya ataupun miskin.

omku dari berbeda nenek, berinisial AN, pernah ke luar negeri karena ditugaskan oleh perusahaannya ke Jepang selama 1,5 tahun. Dari perusahaan otomotif terkenal di Indonesia.

omku yang berbeda dari nenek satunya, berinisial B, tinggal di Amerika selama kurang lebih 10 tahun untuk bekerja. dengan waktu keberangkatan terhitung sejak aku duduk di Sekolah Dasar sekitar kelas 2-3, saat itu jelas di ingatanku kalau beliau berangkat dan berpamitan ketika ada pernikahan adik beliau. dan beliau baru pulang dari amerika saat aku duduk di bangku perkuliahan pada semester 1, saat ujian akhir semester. beberapa baju dari Amerika sempat diberikan kepadaku, namun sekarang mungkin telah dikenakan kepada anak-anak yang lebih  membutuhkan.

dan sekarang alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk sedikit melihat dunia dengan mengunjungi negara tetangga. meskipun even tersebut berlangsung selama satu tahun, tapi aku hanya mengikutinya beberapa hari saja. Tuhan yang paling tahu apa alasannya.

sementara itu omku yang berbeda nenek memiliki anak kembar yang bisa dibilang baik dan cukup tampan sebagai anak laki-laki. kembar ya? ada dua pasang anak kembar di keluarga besar kami.

dan alhamdulillah cucu dari nenek pihak ibuk, meskipun belum diberikan rezeki yang sesuai seperti harta, namun mereka diberikan kecerdasan. tuhan maha mengatur rezeki umatnya yang bersyukur dan selalu beribadah dan tidak pernah berputus asa.

meskipun banyak orang yang pada awalnya tidak menyukai dengan kelebihan keluarga besar kami. dan tentunya saya dengar juga. tapi keluarga kami sepertinya sudah kebal dengan semua cobaan itu, kami diberikan dada yang luas, sehingga batas kesabaran kami pun tak ada garisnya. walaupun mungkin terkadang mereka mendengar dan merasakan hal yang tidak enak, namun sepertinya tetap tabah.

tapi sekali lagi, alhamdulillah keluarga besar kami bukanlah termasuk orang-orang yang menyombongkan diri dan tinggi hatinya. rendah hati dan bukan dibuat-buat. tujuannya? bukankah alam dan semestalah yang mengatur semua tingkah laku kita? kita yang menanam dan kita sendiri yang memanennya? meskipun ada beberapa yang tidak sesuai harapan, kita tetap memakluminya dan hanya bercerita kepada Tuhan. semoga dibukakan pintu hatinya untuk menjadi orang yang lebih baik di lingkungan sekitarnya.

~semoga menjadi orang yang tetap rendah hati, berperilaku sopan, saling memaafkan dan berprasangka baik terhadap sesama manusia~

 

sungaiku sayang, sungaiku malang…

citarum-river-in-indonesia_general-view_1640

sumber gambar : https://www.google.co.id/search?q=kondisi+sungai+indonesia&dcr=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwje_K-2vq7XAhULsI8KHYE5AVgQ_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgrc=Re92gyWTO-MsHM:

kalian tahu bagaimana saya harus menimbang postingan gambar salah satu sungai di Indonesia ini? Yup, rasanya saya ingin mensensor sungai ini. ugh, benar-benar nggak tega kalau mau posting foto ini. bagaimana tidak kawan, sungai ini dipenuhi sampah yang menyumbat air, tidak satu dua sampah melainkan berton-ton sampah mungkin jika ditimbang. apakah sungai di lingkungan kalian seperti foto di atas? atau sungai di lingkungan kalian adalah sungai yang ditumbuhi semak belukar di kanan kirinya? miris sekali memang…

lantas, apa tidak ada himbauan dari kepala atau ketua lingkungan tentang akibat dari membuang sampah itu? eitss.. tapi tungguu.. ternyata beberapa faktor penyebab rusaknya sungai tidak hanya dari masyarakat sekitar lohh…. kalian tahu nggak, sebenarnya ada beberapa faktor nih, misalnya dari limbah pabrik, kiriman dari beberapa wilayah sekitar dan tentunya genangan lumpur atau tanah yang mengendap kemudian tanaman liar yang tumbuh di sekitar sungai. wahh gawat juga nih…

apakah kalian punya ide bagaimana menyelesaikan permasalahan sungai-sungai di Indonesia? berlaku untuk seluruh wilayah di Indonesia loh..jika tidak, sebagai contoh kita bisa melihat negara Jepang dalam mengatasi sungai-sungai yang tidak terpelihara nih kawan, mereka menggunakan sistem Flood Control atau pengendali banjir.

Penanganan integrasi Flood Control meliputi :

  1. Perbaikan Sungai
    Perbaikan saluran irigasi (tanggul/embankment, pengerukan dasar sungai/dredging), kontruksi ketahanan daerah cekungan dan saluran limpahan banjir.
  2. Penanggulangan kerusakan
    Pelaksanaanya dilakukan di tiga area :
    Area penahan (retention) : perbaikan kontrol distrik urbanisasi, konservasi alam, promosi gerakan penghijauan, kontruksi daerah cekungan, instalasi trotoar yang mampu menyerap limpasan air, dan mesin penyedot air.
    b. Area pemelihara (detention) : pelestarian zona bebas urban, pengawasan lahan, promosi lahan hijau.
    c. Area rendah (rawan banjir): pembuatan fasilitas drainase, pembuatan fasilitas cadangan bahan pangan, sandang kebutuhan darurat bencana, mendorong penggunaan bangunan tahan air (floodproof).
  3. Penanggulangan (mitigasi) bencana
    Terdiri dari : peresmian sistem peringatan dan evakuasi bencana, perluasan sistem flood-fighting yang telah ada, mendorong penggunaan bangunan floodproof, penyebaran informasi sesama warga setempat sekaligus membentuk komunitas bersama warga sadar bencana banjir, pengendalian lingkungan (pembuangan sampah) agar tidak mengganggu jalannya saluran air, dan publikasi area peta historis inundasi (kenaikan air mencapai daratan).

wih keren ya, asal kalian tahu sebelum diberlakukan sistem ini, negara Jepang pada sekitar tahun 1950 – 1997 sering terjadi banjir sama seperti di ibukota yang nggak tanggung-tanggung untuk menelan korban jiwa.

meskipun tidak memungkinkan untuk meniru sistem pengendalian banjir seperti halnya di Jepang, namun Indonesia mungkin lebih melakukan perbaikan kualitas sungai-sungai di Indonesia dengan cara tersendiri yang saat ini masih terus berlanjut untuk perbaikannya, mengingat pula Indonesia bukanlah negara yang kecil, jadi bagaimanapun semoga sungai-sungai di Indonesia bisa lebih baik. tidak hanya di Jakarta aja ya.. !

semoga menginspirasi dan mengaplikasikan. 🙂

Opini : Kesadaran Masyarakat x Pembangunan Transportasi di Jakarta

California-a-Leader-in-National-Trend-for-Transportation-Ballot-Measures

sumber gambar : https://www.google.co.id/search?q=transportation&dcr=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjv9Ln4663XAhVFQ48KHYBwA40Q_AUICigB&biw=1366&bih=662#imgdii=dVmR2lvlk1otPM:&imgrc=NmIVEkf2QqonLM:

 

Selamat Pagi ! Sebentar lagi Jakarta bakal punya MRT dan LRT nih, asyik dong, pasti nanti akan mengurangi macet. tentunya juga bakal membuat Jakarta makin rapi karena macet akan berkurang. Tapi, perlukah kalian tahu, apakah MRT dan LRT ini bisa berfungsi dengan maksimal ketika pembangunan proyek ini telah usai? kita pun nggak akan tau guys..

apakah kalian tahu bagaimana keadaan negeri ini jika masyarakatnya tidak sadar akan kepentingan umum? bukankah semua orang memiliki tujuan yang sama ketika pagi menjelang atau ketika sore tiba ketika semua orang pulang dari kantor? coba bayangkan berapa jumlah pengguna angkot dan pengguna kendaraan bermotor di Jakarta pada jam-jam sibuk terjadi? semrawut bukan? belum ditambah dengan kendaraan bermotor dan angkot yang mau menang sendiri. lantas siapa yang harus disalahkan? pihak berwenang atau masyarakat?

lantas bagaimana solusinya? jika kita ingin menyelesaikan beberapa permasalahan tentang kesadaran masyarakat di Indonesia, kita harus bisa menyadarkan kepada masyarakat bahwa jumlah pengeluaran perbulan dari setiap pembayaran untuk kendaraan pribadi/bermotor serta transportasi. jika kita hitung mulai dari pembelian kendaraan bermotor sampai dengan perawataannya mungkin kita akan dirugikan, jika harga kendaraan bermotor Rp 12.500.000,00 dengan biaya membeli bensin sekitar Rp 50.000.00 x 12 bulan = Rp600.000,00/tahun biaya tersebut belum perawatan seperti penggantian aki, ban, mesin, dan hal-hal yang tidak terduga, dan tentunya harus membayar pajak untuk setiap kepemilikan kendaraan bermotor. Lalu jika kita bandingkan dengan pengeluaran saat kita menggunakan transportasi umum sejenis LRT, MRT, dan bus kota, kita bisa jauh lebih menghemat pengeluaran untuk menuju lokasi dengan harga yang sama untuk jarak dekat hingga jauh Rp3.500,00 x 2 x 24 hari= Rp168.000,00/bulan atau Rp2.016.000,00/tahun, sedangkan untuk jarak jauh Rp6.000,00 x 2 x24 hari = Rp288.000,00/bulan atau sebesar Rp3.456.000,00/tahun. bagaimana? masih ingin memakai kendaraan pribadi/bermotor? tanpa pajak dan tanpa perawatan.

sementara itu dukungan dari pihak berwenang untuk meningkatkan sumber daya manusia dan perbaikan kualitas kendaraan umum sangatlah diperlukan. misalnya saja, saat ini untuk kendaraan umum hanya kereta api, MRT, LRT, bus kota, dan transportasi online serta taxi. sementara untuk angkot di tiadakan karena masalah kesemrawutan, ugal-ugalan, dan kurangnya kenyamanan saat di dalam angkutan kota. jadi, makin berkurang kan kuantitas dari penggunaan kendaraan pribadi?

yang menjadi masalah kemudian adalah bagaimana kita menyadarkan masyarakat tentang kendaraan umum yang akan mempermudah kita menuju ke lokasi yang kita tuju? mmm.. yang pertama adalah transportasi umum akan meratakan derajat antara yang berkepemilikan kendaraan pribadi dan yang tidak memiliki kendaraan pribadi. karena nantinya akan sama saja mereka ketika di dalam kendaraan umum, sama-sama menumpang dan sama-sama membayar karcis. sehingga toleransi dan kesenjangan terhadap sesama manusia dapat diminimalisir. kemudian masyarakat harus disadarkan bahwa dengan berkendaraan pribadi adalah orang-orang yang termasuk memiliki gengsi tinggi terhadap sesama manusia. inilah sebabnya warga ibukota semakin panas otaknya jika dijalanan serta  berbagai problem tentunya.

sebagai pengguna transportasi umum, fasilitas seperti apakah yang kita idam-idamkan selama ini? apakah seperti di luar negeri yang bersih, tepat waktu, ada pendingin udara, ramah, dan tidak semrawut? Yup! tentu saja seperti itu.. tapi sebagai negara berkembang, kita tidak bisa langsung menyelesaikan semua problem itu secara instan, ingat ya instan! seperti mie instan yang di jual toko-toko. butuh waktu lama untuk menyempurnakan semua itu. oke selamat membaca yay! semoga bisa mengubah pandangan kita terhadap transportasi umum di Indonesia.

NB: untuk pihak-pihak yang tersakiti, tidak ada maksud lain, hanya opini ya. makasih 🙂 dan untuk pihak-pihak yang merasa tersupport, semoga transportasi umum di Indonesia yang nyaman bisa terealisasi

 

 

Equinox

banyak sekali hal-hal yang terjadi di alam semestaa ini, bahkan karena terlalu banyaknya, kita tak bisa menghafal atau mengetahui satu demi satu apa yang terjadi setiap detiknya.

salah satu kejadian yang terjadi beberapa minggu kemarin adalah equinox. equinox? apakah itu? apakah meteor jatuh? bukan. equinox adalah salah kejadian alam yang terjadi karena bumi yang terletak berada di garis lurus yang berada tepat pada matahari. so, akibatnya? daun-daun berubah warna menjadi kuning kecoklatan. seperti musim gugur di negara 4 musim! indah banget ya?

oh ya selain mengakibatkan perubahan warna daun, ketika terjadi equinox pada tanggal 23 September kemarin terjadi peningkatan temperatur suhu bumi. jadi sedikit lebih panas. tapi beruntungnya, pada saat itu sedang mendung akibatnya tidak terlalu panas lah ya..

berhubung dengan kejadian ini membuat daun menjadi berubah warna, aku sempat mengambil beberapa foto di kampusku.