Shell’s meet egg : Pemanfaatan Limbah Daging dan Cangkang Telur dengan Metoda Bank Rakyat untuk Meningkatkan Konsumsi Daging dan Telur Guna Menuju Indonesia Emas 2045

Shell’s meet egg : Pemanfaatan Limbah Daging dan Cangkang Telur dengan Metoda Bank Rakyat untuk Meningkatkan Konsumsi Daging dan Telur Guna Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh

Puspita Sari

Daging ayam?

Telur?

Bukankah kedua bahan makanan yang berasal dari salah satu komoditi ternak ayam tersebut begitu popular dikalangan masyarakat?  Baik ayam petelur maupun ayam pedaging mempunyai kualitas produk yang bermanfaat bagi masyarakat. dengan berbagai kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, utamanya tinggi protein tentunya nutrisi ini menjadi sumber zat gizi yang paling utama untuk pertumbuhan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Tidak hanya itu saja protein yang ada di dalam daging dan telur tentu saja sudah memberikan manfaat untuk memperbaiki sel-sel di dalam tubuh serta memberikan energi. Faktanya, konsumsi  telur ini tidak hanya untuk manusia saja, akan tetapi juga peternak sendiri, seperti halnya ternak yang akan digunakan untuk suatu pertandingan.

Sayangnya, banyak di antara masyarakat yang tidak menyadari manfaat itu sendiri sementara factor lainnya yang menjadi penyebabnya adalah mahalnya dua produk ini. Bila dihitung-hitung dari pendapat masyarakat, utamanya masyarakat pedesaan yang 90% bekerja di lahan pertanian hanya mampu untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari  dari hasil ladangnya. Sementara sisanya biasanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang lainnya. Jika dijadikan suatu alasan memang kebanyakan masyarakat tidak akan bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan makan daging atau telur setiap harinya. Lantas bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhan gizinya jika seperti ini?

Indonesia emas 2045. Suatu wacana untuk menargetkan kondisi Indonesia yang lebih baik dari segala sisi. Sumber daya manusia, sumber daya alam, kualitas masyarakatnya dan kesehatan masyaarakatnya yang terpenting. Tapi, dengan terbatasnya kesehatan masyarakatnya , bagaimana bisa mendorong segala aspek masyarakat dapat mengikuti program ini? Di manakah letak kesalahannya? Pemerintahannya kah? Atau dari perangkat desanya? System pemerintahan yang berantakan bisa jadi dipersalahkan. Akan tetapi, sebagai masyarakat yang baik, tentunya kita tidak bisa hanya menunggu harapan dari pihak pemerintah. sebagai pemecahannya adalah penggunaan “Shell’s Meet Egg: Bank Cangkang Telur yang Bertemu  Daging”. Suatu inovasi untuk meningkatkan konsumsi daging dan telur pada masyarakat.

Inovasi apa yang ditawarkan dari Shell’s meet egg? Shell’s meet egg adalah sebuah inovasi unruk mewadahi masyarakat untuk mendapatkan telur serta daging secara cuma-cuma. Beberapa hal yang menjadi keterkejutan tentang masyarakat yang mendapatkan telur dan daging secara cuma-cuma memang tidak akan mungkin bisa. Apalagi telah kita ketahui bahwa harga telur dan daging dalam kurun waktu belakangan ini harganya terlampau melambung tinggi.

Barangkali beberapa orang berpendapat bahwa tidak akan mungkin bisa menggunakan inovasi ini. Tapi beberapa hal yang perlu digaris bawahi adalah penggunaan sistem barter yang dilakukan oleh masyarakat dan pemilik bank cangkang telur dan daging ini yang menjadikan bank ini tetap berlanjut. masyarakat yang tidak akan dirugikan dengan adanya sampah dari cangkang telur maupun sisa tulang dari daging yang dikonsumsinya menjadi salah satu nilai plus yang dapat mengurangi limbah dari peternakan. Lalu, untungnya dari pemilik bank ini? Suatu pertanyaan yang membuat para pembaca tergelitik untuk mengetahui manfaat dari bank ini. Kerajinan. Ya, hal tersebut adalah salah satu inovasi yang didapatkan dari bank ini. Keberadaan cangkang telur serta tulang yang begitu banyak tentunya menjadi limbah konsumsi konsumen yang bisa dijadikan kerajinan. Bagaimana tidak? Kerajinan ini tentunya memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dari pada daging dan telur. Sementara sisa tulang yang juga akan menjadi limbah akan diubah menjadi kerajinan unik.

Keuntungan lainnya adalah masyarakat dapat menjadi karyawan dalam pembuatan kerajinan ini. dengan sistem memberi dan mendapatkan, masyarakat tidak akan dirugikan dengan konsumsi makanan berprotein tinggi ini. dari hasil wirausaha daam bidang ini tentunya masyarakat dapat meningkatkan konsumsi dari daging dan telur.

Tapi, apakah keuntungan dari telur hanya sebagai sumber protein dan energi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan dan untuk menjaga kestabilan pangan untuk di Indonesia? salah satunya memang tujuannya untuk hal tersebut, akan tetapi ketika kita menelaah tentang manfaat dari telur dan daging kita kan menemukan fakta yang mengejutkan tentang kandungan nutrisinya yang tidak dapat ditemukan pada daging ataupun telur ternak lain.

Beberapa fakta menyebutkan bahwa telur mengandung kolesterol, dan hel tersebut telah dijelaskan oleh DR. Thomas Behrenbeck, M.D., Ph.D seorang ahli kardiologi dari Mayo Clinic memberikan jawaban yang menarik untuk kita. Telur mengandung kadar kolesterol yang cukup tinggi, dan kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah kita. Lalu, pertanyaannya adalah bukankah dengan kandungan kolesterol yang tinggi tersebut dapat menimbulkan berbagai penyakit. Apalagi jika dikonsumsi oleh para lansia yang memang sering mendapatkan banyak persoalan tentang penyakit tersebut. Jawabannya adalah kadar kolesterol tidak sama untuk setiap orang, orang yang satu bisa berbeda dari yang lainnya. Faktanya, meski mengkonsumsi telur dalam jumlah yang banyak dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah kita, namun secara umum memakan 4 butir telur dalam seminggu (termasuk kuning telurnya) tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Telur mengandung kolesterol pada bagian kuning telurnya.

 

Bayangkan saja satu butir telur dengan ukuran yang besar dapat mengandung kolesterol sampai 186 mg, yang semuanya terdapat dalam kuning telurnya. Jika kita menyukai telur tapi tidak ingin menambah jumlah kolesterol dalam darah kita, sebaiknya makan putih telurnya saja, karena putih telur tidak mengandung kolesterol jahat. Namun, Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of American College of Nutrition menunjukkan bahwa risiko penyakit kardiovaskuler pada laki- laki dan perempuan tidak meningkat dengan meningkatnya konsumsi telur. Bahkan sebaliknya, dari temuan mereka setelah menganalisis lebih dari 27.000 subyek, diketahui bahwa mereka yang mengkonsumsi telur memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan yang tidak makan telur.

 

Sementara pemberian  konsumsi telur dan daging kepada anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan memberikan pengaruh besar untuk perkembangan dan pertumbuhan serta meningkatkan imun pada tubuh. Perlu kita ketahui, pemberian konsumsi telur kepada anak selain untuk mengganti sel-sel yang rusak juga memberikan energi, konsumsi telur juga bermanfaat untuk organ lainnya seperti halnya untuk mata. Menurut sebuah studi, sebutir telur sehari bisa mencegah degenerasi makula karena karotenoid yang dikandungnya, khususnya lutein dan zeaxanthin. Kedua zat gizi lebih mudah didapat pada telur daripada dari sumber lain. Seperti halnya rabun, katarak, ataupun penyakit yang dapat mengganggu kesehatan mata kita.. Jadi, sebagai pengganti buah-buahan dan sayur yang baik untuk kesehatan mata, telur dapat menjadi referensi lain dalam menjaga kesehatan mata

 

Perlu kita ketahui dalam sebutir telur mengandung 6 gram protein berkualitas tinggi serta 9 asam amino penting. Di mana fungsi dari protein dan asam amino ini adalah untuk mencegah gangguan penyakit jantung. Beberapa menfaat telah kita temukan dibalik fakta yang hanya kita ketahui bahwa telur hanya mengandung protein dan sebagai sumber energi. Sementara beberapa peneliti dari Harvard School of Public Health, konsumsi telur secara berkala dapat membantu mencegah penggumpalan darah, stroke dan serangan jantung. Sementara itu kolin yang terkandung di dalam telur merupakan nutrisi yang penting untuk otak, jaringan saraf, dan  sistem kardiovaskular. Sebuah kuning telur mengandung sekitar 300 mikrogram kolin. Kandungan lemak pada telur pun hanya bekisar 5 gram lemak dan diantaranya hanya 1,5 gram lemak jenuh. Tentu saja mengkonsumsi telur sangat bermanfaat bagi masyarakat yang lagi diet.

 

Riset terbaru menyatakan konsumsi normal telur tidak mempengaruhi tingkat kolesterol dan menunjukkan bahwa konsumsi rutin dua butir telur sehari tidak mempengaruhi profil lipid seseorang, justru memperbaikinya. Penelitian menunjukkan bahwa justru lemak jenuhlah yang meningkatkan kolesterol. Telur adalah satu-satunya bahan makanan yang secara alami mengandung vitamin D. Telur dapat mencegah kanker payudara. Satu penelitian menyatakan, wanita yang mengkonsumsi setidaknya 6 butir telur dalam seminggu, menurunkan resiko kanker payudara sebanyak 44%. Serta sehat untuk rambut dan kuku, karena kandungan sulfur yang tinggi serta vitamin dan mineral didalamnya.

 

Meskipun harga telur saat ini mungkin mengalami kenaikan yang cukup besar dari tahun-tahun sebelumnya. Yakni antara Rp.16.000–18.000, itu artinya, satu butir telur hanya seharga Rp.1.000,00. Dengan bermodalkan uang Rp20.000,00 untuk mendapatkan satu kilogram  telur untuk memenuhi kebutuhan gizi selama satu minggu. Jika dalam satu desa terdapat 50 kepala keluarga dengan setiap kepala keluarga memiliki 3-6 anggota keluarga maka 16 butir telur tersebut mampu digunakan dikonsumsi oleh setiap keluarga 2-4 kali dalam satu minggu. Tentunya sudah mencukupi untuk mendapatkan acupan gizi yang seimbang.

 

Sementara itu, konsumsi daging yang masih kurang dari masyarakat saat ini menjadi salah satu dari factor-faktor eksternal yang menyebabkan kurangnya asupan gizi masyarakat. perlu digaris bawahi hal ini karena mahalnya harga daging di pasaran yang menyebabkan sedikitnya masyarakat, utamanya masyarakat miskin untuk mendapatkan daging.

Faktor lain dari kurangnya minat masyarakat terhadap daging, terutama daging ayam  yakni dari isi kesehatan  tingginya kolesterol yang ada di dalam daging tersebut. Atau beberapa orang yang memiliki penyakit darah tinggi akan menghindari konsumsi daging yang berlebih. Akan tetapi perlu diperjelas lagi bahwa  daging ayam memiliki kadar lemak yang rendah dan asam lemaknya tidak jenuh, sedangkan asam lemak yang ditakuti oleh masyarakat adalah asam lemak jenuh yang dapat menyebabkan penyakit darah tinggi dan penyakit jantung.

 

Bagi masyarakat awam, kendala dari konsumsi daging ialah kondisi daging. Kondisi daging yang sehat atau layak konsumsi dengan kondisi daging yang tidak layak konsumsi tentunya memiliki perbedaan kualitas di dalam suatu pasar. Acuan yang perlu diperhatikan oleh masyarakat awam untuk daging segar dan layak konsumsi ialah Warna putih-kekuningan cerah (tidak gelap, tidak pucat, tidak kebiruan, tidak terlalu merah). Warna kulit ayam putih-kekuningan, cerah, mengkilat dan bersih. Bila disentuh, daging terasa lembab dan tidak lengket (tidak kering). Bau spesifik daging (tidak ada bau menyengat, tidak berbau amis, tidak berbau busuk). Konsistensi otot dada dan paha kenyal, elastis (tidak lembek).  Bagian dalam karkas dan serabut otot berwarna putih agak pucat. Pembuluh darah di leher dan sayap kosong (tidak ada sisa-sisa darah).

 

Isu tentang daging dari ayam tiren (mati kemarin), daging gelonggongan, daging yang busuk menjadi suatu isu yang harus diperhatikan oleh pemerintah maupun masyarakat. Tetapi, perlu ditegaskan lagi bahwa konsumsi dari pada daging ayam yang mencemaskan warga ini memang harus ditangkis, apalagi dalam penggunaan konsumsi bagi masyarakat. berbagai hal yang harus menjadi perhatian khusus utamanya bagi masyarakat awam, tentu saja isu ini menjadi kekhawatiran yang berdampak pada kehidupan mereka. Keterkaitan antara kehidupan, kesehatan dan lain sebagainya menjadi pokok utama yang harus diperhatikan.

 

Pemberian kualitas daging yang bermutu baik dan terjamin menjadi salah satu kunci sukses untuk memberikan suatu kepercayaan terhadap masyarakat yang serba kekurangan. Kesehatan, kebersihan, keterjaminan mutu dan kualitas, serta penyimpanan yang baik menjadi andalan yang harus di perhatikan. Barangkali garis besar yang harusnya diperhatikan untuk masalah ini adalah bukan berarti masyarakat awam yang memiliki pengetahuan rendah harus disamakan atau tidak kita perhatikan tentang kualitas daging yang menjadi prioritas utama dari bank rakyat ini.

Pemberian dari kualitas daging yang bernilai gizi tinggi dan berkualitas tentunya tidak terlepas dari peran peternak. Pemberian pakan yang bernutrisi yang tinggi dan manajemen perawatan yang baik, tentunya dapat menghasilkan kualitas telur dan daging yang baik juga tentunya.

 

Peternak ayam petelur memberikan pakan kepada ayam dengan nilai nutrisi yang seimbang dan memenuhi kebutuhan dasar serta produksi telurnya. Kita tentunya lebih memahami nilai nutrisi untuk ayam dibandingkan dengan hewan lain termasuk manusia sendiri.

Ransum ayam petelur sebagian besar merupakan campuran jagung dan bijian lain sebagai sumber protein, serta bahan pakan sumber vitamin dan mineral. Selain itu juga mengandung biji-bijian lain dan produk hasil samping seperti tepung ikan, tepung daging, dan bungkil kedelai. Selain itu tidak diperbolehkan memberikan HORMON pada pakan ayam. Produksi telur yang berkualitas tinggi, harus memenuhi kebutuhan layer.

 

Ayam broiler dapat cepat besar karena telah melalui seleksi genetik (pemilihan bibit unggul) secara intensif selama berpuluh-puluh tahun dan selama masa pemeliharaan diberi pakan yang bermutu tinggi sehingga pertumbuhannya sangat cepat. Dalam pemeliharaannya menerapkan Good Farming Practice, pemberian pakan diatur tersendiri dan harus memenuhi syarat-syarat, antara lain,  Pakan yg diberikan harus sesuai jumlah dan mutunya dengan umur dan periode pertumbuhan ayam. Mutu pakan ayam broiler sudah ditetapkan Pemerintah sesuai dengan SNI, sehingga kualitas mutu pakan ayam boiler terjamin. Bahan baku pakan boleh menggunakan bahan-bahan lokal atau impor. Untuk melindungi konsumen yang mengkonsumsi daging ayam, pemerintah telah mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan pelarangan penggunaan hormon pemicu pertumbuhan dan pengaturan penggunaan antibiotika. Serta peraturan tersebut antara lain mengatur tentang daging yang berasal dari ayam pedaging yang dipotong selama pengobatan antibiotika ataupun penggunaan hormone pemicu pertumbuhan tidak boleh dijual untuk konsumsi manusia, kecuali apabila ternak tersebut dipotong setelah 7 hari dari pemberian antibiotika.

 

Meskipun demikian beberapa hal yang menjadi perhatian khusus tentang peningkatan konsumsi protein hewani agar terckupi adalah kesadaran masyarakat serta dorongan dari pemerintah ataupun kalangan yang memberi kesadaran terhadap peningkatan kualitas hidup serta kesehatan dan kesejahteraan masyarakatnya. Tanpa ada secuil harapan untuk mereka, peningkatan kualitas masyarakat tidak akan terpenuhi.

 

p.s: Btw, essay ini ditulis saat perjalan dari Malang menuju Jombang di dalam bus dan ketika hari mulai gelap.. Karena deadline sudah besoknya, tentu saja ngga mungkin dikerjakan besoknya. dan alhasil yang dapat juara adalah temen seangkatanku :))

Dari essay ini aku banyak belajar tentang peternakan lebih detail dan membuat cara belajar asyik tentang peternakan yang kebanyakan orang hanya belajar dari membaca buku. so, masih banyak jalan menuju Roma! untuk menambah wawasan. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s